Selasa, 20 September 2011

Tips Untuk menghadapi musuh dalam selimut

Pagar makan tanaman !!! Pernah tidak kalian mendengar istilah itu ?? Hal yang paling sulit adalah ketika pihak yang mungkin menjadi lawan kita adalah pihak yang tak terduga karena bisa jadi dia adalah orang dekat kita alias sahabat atau orang yang tidak kita duga sama sekali !!! Mungkin Anda Pernah dijadikan ‘kambing hitam’ oleh sahabat Anda atas kesalahan yang tidak dilakukan? Pernahkah sahabat Anda mencuri kredit atas hasil kerja keras Anda? Jika iya, berhati-hatilah. Sebab, bisa jadi Anda sedang menghadapi musuh dalam selimut !!!

Berikut ini adalah sejumlah langkah yang sebaiknya Anda ambil saat berhadapan dengan musuh yang berpura-pura menjadi sahabat, yaitu :

1. Sahabat atau musuh

Kita harus mengenali apakah sahabat tersebut benar - benar sahabat atau justru ‘musuh dalam selimut’. Coba ingat-ingat, berapa kali Anda dijadikan ‘kambing hitam’ olehnya atas sesuatu yang tidak Anda perbuat atau berapa kali dia mencuri kredit atas hasil kerja keras Anda.

2. Konfrontasi

Memang tidak ada orang yang menyukai konfrontasi karena dapat membuat suasana menjadi tidak nyaman. Walaupun demikian pada kondisi tertentu hal tersebut diperlukan. Tentukan waktu untuk bertemu dengan sahabat yang menusuk Anda dari belakang dan diskusikan masalah apa yang sebenarnya ada di antara Anda berdua.
Coba untuk bersikap tegas dan langsung menuju sasaran. Pastikan untuk mendengarkan secara seksama apa yang disampaikan olehnya tanpa menginterupsi atau bersikap defensif. Dengan demikian, Anda diharapkan dapat menyelesaikan semua persoalan atau setidaknya menjernihkan kesalahpahaman. Akan tetapi, jika rekan kerja tersebut belum bisa diajak bicara secara baik - baik, paling tidak minta dirinya memperlakukan Anda secara adil dan hormat seperti Anda memperlakukannya.

3. Bersikap profesional

Setelah berbicara empat mata dengan sahabat tersebut, jaga sikap Anda agar tetap tenang dan kalem dengan menghindari gosip. Sebaliknya, pusatkan perhatian untuk bekerja dengan lebih rajin. Jika merasa perlu menumpahkan kekesalan, pergi ke kamar mandi dan keluarkan semua energi negatif di sana dalam suasana privat.

4. Klarifikasi tanggung jawab

Bicaralah dengan diri Anda sendiri. Secara khusus, tanyakan apa yang sebenarnya Anda harapkan dari Anda, lalu ingat baik - baik hal tersebut dan wujudkan. Pastikan untuk membicarakan hal ini dengan sahabat yang bermasalah, sambil menegaskan bahwa itulah porsi yang Anda inginkan darinya. Dengan demikian, tidak akan ada lagi kebingungan mengenainya.

5. Komunikasi

Pada pertemuan tim selanjutnya, bicarakan dan biarkan semua orang tahu mengenai hal sekecil apapun dari kehidupan Anda. Hal ini berguna untuk menghindari kebingungan dan memperkecil risiko kesalahan dalam mengerjakan tugas apa pun, serta mencegah sahabat lain mencuri kredit atas usaha keras Anda.

6. Berkolaborasi

Kolaborasikan gagasan - gagasan untuk setiap kejadian dalam kehidupan Anda sehingga memaksa Anda dan sahabat yang bermasalah agar mau bekerjasama sebagai sebuah tim. Usaha ini diharapkan dapat mengarah pada hubungan yang lebih kohesif dan menghasilkan sesuatu yang dapat membuat bangga kedua belah pihak.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More